Senin, Januari 14

PERKEMBANGAN ISLAM PADA ABAD PERTENGAHAN


RANGKUMAN MATERI
PERKEMBANGAN ISLAM PADA ABAD PERTENGAHAN

Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Pelajaran Agama Islam Semester Gasal




Oleh:
Gabriela Fernanda Subagio (12)
 XI-Akselerasi






SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PURWOREJO
TAHUN AJARAN 2011/2012

A.    Sekilas tentang Dunia Islam pada Abad Pertengahan
Pada abad pertengahan, Islam mengalami kemunduran. Hal ini ditandai dengan tidak adanya lagi kekuasaan Islam yang utuh yang meliputi seluruh wilayah islam, dan terpecahnya Islam menjadi kerajaan-kerajaan yang terpisah.

B.    Kerajaan Islam pada Abad Pertengahan
1.     Kerajaan Ottoman di Turki
Kerajaan ini didirikan dan diproklamasikan kemerdekaannya oleh Usman dari bangsa Turki Usmani, setelah Sultan Aluddin dari Dinasti Seljuk meninggal dunia tahun 1300 M.
Utsman I dinobatkan sebagai raja (sultan) pertama di Kerajaan Ottoman. Kerajaan Ottoman mengalami kemajuan pada masa kerajaan Sultan Muhammad II (1451-1481 M) yang mendapatkan julukan al Fatih (Sang Penakluk). Sultan ini berjasa besar karena telah menyebarkan Islam ke benua Eropa melalui penaklukan benteng kota, Konstantinovel ibukota Romawi Timur pada tahun 1543 M.
Kerajaan ini mengalami masa keemasan pada masa Sultan Sulaiman (1520-1566 M) yang bergelar Sulaiman Agung dan al Qonuni. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Ottoman memiliki wilayah kekuasaan yang cukup luas, yaitu Afrika Utara sampai ke batas Sungai Danube dengan tiga lautan, yaitu Laut Merah, LautTengah, dan Laut Hitam.
Namun setelah Sulaiman meninggal dunia, Kerajaan Ottoman, Turki mengalami kemunduran sehingga satu demi satu wilayah kekuasaannya melepaskan diri


2.     Kerajaan Mogul di India
Penyebaran Islam di India dapat dilihat dalam empat periode, yaitu periode sebelum kerajaan Mogul (705-1526 M), periode Mogul ( 1526-1858 M), periode masa penjajahan Inggris (1858-1947 M) dan periode India sekuler (1947- sekarang).
Kerajaan ini didirikan oleh Zahirudin Muhammad Babur, keturunan Zengis Khan bangsa Mongol pada tahun 1526 M . Kerajaan ini berpusat di Delhi (India). 
Ada 15 sultan yang silihberganti memimpin kerajaan ini, yang pertama Zahiruddin Muhammad Babur (1526-1530M), dan yang terakhir Sultan Bahadur Syah II (1837-1858 M). Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya ketika masa Akbar Syah I (1556-1605 M), Jahangir (1605- 1620 M), Syah Jehan(1627- 1658 M), dan Aurangzeb (1658-1707 M).Wilayah kekuasaan Mogul antara lain, Kabul, Lahore, Multan, Delhi, dan lain-lain.

3.     Kerajaan Safawi di Persia
Kerajaan Safawi didirikan oleh Syah Ismail Safawi ( Ismail I) pada tahun 907 H (1501 M) di Tabriz. Beliau berkuasa pada tahun 1501- 1524 M.
Setelah pemerintahan Islaim berakhir, kerajaan ini silih berganti dipimipin oleh 17 sultan, dengan sultan terakhir Sultan Muhammad.
Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada pemerintahan Syah Abbas (1585-1628 M),yang berjasa mempersatukan Persia, mengusir Portugis dari Kepulauan Khormuz, merubah nama Pelabuhan Gumtan menjadi Bandara Abbas (sampai sekarang), dan juga memindahkan ibu kota dari Qizzuan ke Isfahan.
Setelah pemerintahannya berakhir, kedudukan Kerajaan Safawi menjadi lemah yang disebabkan oleh perebutan kekuasaan. Selanjutnya, Persia diperintah oleh Dinasti Zand (1759-1794 M), Dinasti Kajar (1794-1925 M), dan Dinasti Pahlevi (1925-1979).
Kemudian sejak 11 Februari 1979 melalui Reformasi Islam yang dipimpin oleh ulama terkenal Ayatullah Khomeini (1900-1989 M), sistem kerajaan diganti menjadi sistem republik (demokrasi) dengan nama Jumhuri ye Islami ye Iran (Republik Islam Iran) dengan Presiden pertamanya Abal Hasaan badi Sadr.
Pada saat kerajaan-kerajaan Islam dan umat Islam di berbagai wilayah di Asia dan Afrika berada dalam keadaan lemah, sebaliknya di Eropa justru dalam keadaan kuat. Selanjutnya, bangsa Eropa berusaha menjajah negara-negara lemah, khususnya kerajaandan umat Islam yang ada di wilayah Benua Asia dan Afrika, yang bertujuan untuk :
·       Gold, untuk memperoleh keuntungan besar, khususnya di bidang perdagangan bangsa Eropa,
·       Glory, untuk mencapai kejayaan atau kekuasaan,
·       Gospel, untuk menyebarluaskan agama Kristen.
Untuk meraih keuntungan besar, bangsa Eropa melakukan usaha monopoli di bidangperdagangan, antara lain dengan cara merebut dan menguasai pusat-pusatperdagangan yang semula dikuasai umat Islam, diantaranya : 
·       Kota di pantai barat India, direbut pada tahun 1510 M yang dijadikan benteng danpangkalan untuk menyaingi perdagangan umat Islam dengan Afrika Timur,
·       Pelabuhan Malaka, pada tahun 1511 dikuasai dan dijadikan sebagai pangkalan untukmenyaingi perdagangan umat islam di luar dan dalam Indonesia.
           
C.    Perkembangan Ajaran Islam pada Abad Pertengahan
a.      Di India, Kerajaan Mogul telah melaksanakan berbagai usahadakwah dan pendidikan Islam, antara lain dengan membangun masjid-masjid dan madrasah-madrasah yang di dalamnya diajarkan ilmu tafsir, hadis, dan fikih.Sekelompok ulama India menyusun sebuah kitab yang berjudul al Fatawa al Hindiyyah yangberisi tentang kumpulan fatwa mazhab Hanafi dan dicetak dalam empat jilid besar.
b.     Di Mesir, ketika Dinasti Mamluk berkuasa (1250-1517 M), telah mucul beberapa ulama besar,seperti Ibnu Hajar al Asqalani; Ibnu Khaldun, Jalaluddin al Mahali dan Jalahuddin as Suyuti,pembuat kitab Tafsir Jalalain; Ibnu Kasir, pengarang Tafsir Alquran Al Azim, dan Imam Nawawi ,pengarang kitab hadis Riyadus Salihin.

  1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Abad Pertengahan
a.      Di India, pada masa pemerintahan Kerajaan Mogul telah dibangun sekolah-sekolah yang didalamnya diajarkan ilmu pengetahuan umum, seperti geografi, sejarah, dan lain-lain. Ketika Sultan Syah Jehan dan Aurangzeb memerintah telah dibangun pula sekolah- sekolah tinggi.Selain itu, pada tahun 1641 M perpustakaan di Agra telah memiliki 24.000 judul buku.
b.     Di Mesir, ketika diperintah oleh Dinasti Mamluk (1250-1517 M) telah muncul para cendekiawan muslim, seperti Ibnu Abi Usaibiah, penulis kitab Uyun Al Anba fi Tabaqat al At ibba; Abu al Fida,Ibnu Tagri Badri Atabaki, dan al Maqrizi, penulis sejarah dan kedokteran;Abu Hasan Ali Nafs,Kepala RS Kairo, penemu susunan dan peredaran darah paru-paru manusia;Nasiruddin at Tusi,ahli obsevatorium dan Abu Faraj Tabari, ahli matematika;Ibnu Batutah, ahli geografi.Pada awal abad pertengahan ini pula, An Nuwairy, Ibnu Fadlullah, dan Jalaluddin Sujyutu menyusun kitab Mausu’at.

  1. Perkembangan Kebudayaan Islam pada Abad Pertengahan
1.     Arsitektur
Arsitektur Islam adalah ilmu sekaligus seni merancang bangunan ataupun struktur lain yang fungsional dan dirancang berdasarkan kaidah estetika Islam yang bertolak dari pengakuanakan keesaan Allah swt., yang terdapat pada masjid, istana, dan makam.
Di Persia pada masa keemasan Dinasti Safawi telah dibangun Masjid Syah (Masjid Imam),Masjid Syekh Lutfullah, Istana Cebil Sutun, Jembatan Khaju, dan menara- menara goyang.Selain itu, di kota Masyhad (ibu kota prov. Khurasan) terdapat makam Imam Al ar Rida , dan tidak jauh dari makam itu terdapat Masjid Imam Reza dengan arsitektur Islam berkualitas tinggi.
Di India, pada masa kejayaaan Kerajaan Mogul telah didirikan bangunan-bangunan megah dengan arsitektur mengagumkan, seperti istana megah di Delhi dan Lahore, masjid Jami diAunfur, Benteng Merah, dan lain- lain. Ada juga makam yang menakjubkan dan salah satu keajaiban dunia Taj Mahal yang merupakan persemayaman Alm. Mumtaz Mahal, istri Syeh Jehan.
Di Turki, pada masa keemasan pemerintahan Kerajaan Usmani, telah dibangun beberapa masjid dengan gaya arsitektur tinggi, antara lain Masjid Agung Sultan Muhammad Al Fatih,Masjid Agung Sulaiman yang merupakan masjid terindah di Turki masa itu.
Di Indonesia juga telah didirikan bangunan- bangunan bergaya arsitektur Islam,yakni masjid, istana, dan makam. Seperti, Masjid Agung Demak (1506 M), Masjid AgungKraton Buton di Baubau, Sulawesi Tenggara (1712 M).
2.     Seni Sastra
Sastrawan muslim yang hidup pada abad pertengahan, antara lain :
Ø Farirudin al Attar (1119-1230 M) Lahir di Nisabur, timur laut Persia. Beliau menulis puisi dan menyusun petuah- petuahsufi selama 39 tahun. Karyanya yang sangat terkenal adalah Mantiz at Tair (musyawarahburung) sebuah sajak yang menceritakan pengalaman religious kaum sufi.
Ø Jalaluddin ar Rumi (1207-1273)Lahir di Afganistan dan wafat di Turki, merupakan keturunan sahabat Abu Bakar asSiddiq r.a.. Beliau adalah seorang penyair sufi terbesar pada masanya yang mendapatgelar maulana (tuan kami). Karya tulisnya antara lain, Diwan Syamsi Tabriz dan Matnawi.
Ø Sa’adi Syiraj (wafat di Syiraj antara 1291-1295 M) Beliau merupakan sastrawan Persia. Karya Tulisnya yang terpenting berjudul Bustan(kebun buah) dan Ghulistan (kebun bunga). Yang menceritakan tentang nilai- nilai luhur Islam.
Ø Fuzuli (wafat sekitar tahun 1556 M) Salah satu karyanya yang terkenal adalah puisi berjudul Shikeyetname (pengaduan).
Keadaan seni sastra di Indonesia pada abad pertengahan dapat diketahui dengan munculnya beberapa sastrawan muslim, seperti Hamzah Fansuri (akhir abad 16, awalabad 17), Sumatera; Syamsuddin Passai (1630 M); Sunan Kalijaga, Ki Ageng Selo, Sunan Panggung, dan Sunan Bonang,Jawa. Karya-karya mereka pada umumnya berisi nasihat-nasihat agama.


 
Copyright 2009 Gabriela Fernanda S.. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator